Pekanbaru, 1 Agustus 2026 – Pondok Pesantren Al-Ihsan Boarding School Riau secara resmi melepas keberangkatan 15 santri untuk mengikuti Program Umrah dan Dauroh Al-Qur’an selama 30 hari di Makkah dan Madinah. Program yang berlangsung mulai 1 hingga 30 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari upaya Al-Ihsan Boarding School Riau dalam memperkuat pendidikan Islam yang memadukan pembelajaran Al-Qur’an, ibadah, pembentukan karakter, dan pengalaman spiritual secara langsung di Tanah Suci.
Keberangkatan para santri diawali dengan doa dan harapan agar seluruh rangkaian perjalanan ibadah diberikan kelancaran serta menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan pendidikan mereka.
Sebanyak 15 santri Al-Ihsan Boarding School Riau akan mengikuti rangkaian kegiatan selama 30 hari di dua kota suci, yaitu Makkah dan Madinah. Selain melaksanakan ibadah umrah, para santri juga akan mengikuti dauroh Al-Qur’an sebagai bagian dari pembinaan keislaman selama berada di Tanah Suci.
Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman spiritual sekaligus memperkuat kecintaan para santri terhadap Al-Qur’an. Selama berada di Makkah dan Madinah, para santri tidak hanya menjalankan rangkaian ibadah, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperdalam nilai-nilai Al-Qur’an dalam suasana yang penuh keberkahan.
Perjalanan selama 30 hari tersebut diharapkan menjadi momentum bagi para santri untuk meningkatkan kualitas ibadah, kedisiplinan, kemandirian, serta kedekatan kepada Allah ﷻ.
Program Umrah dan Dauroh Al-Qur’an 30 Hari Makkah–Madinah merupakan salah satu bentuk komitmen Al-Ihsan Boarding School Riau dalam menghadirkan pendidikan Islam yang menyeluruh.
Pendidikan di lingkungan pesantren tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik dan kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan iman, karakter, akhlak, kemandirian, dan kepemimpinan santri.
Melalui pengalaman langsung di Tanah Suci, para santri diharapkan dapat memahami bahwa ilmu yang dipelajari di pesantren memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan dan pengamalan ibadah sehari-hari.
Pengalaman menjalankan ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga diharapkan dapat menjadi bekal spiritual yang terus dibawa para santri setelah kembali ke lingkungan keluarga dan pesantren.
Al-Ihsan Boarding School Riau meyakini bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman nyata dalam mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.
Karena itu, program umrah dan dauroh Al-Qur’an ini diharapkan mampu membentuk santri yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keilmuan, tetapi juga memiliki keteguhan iman, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta akhlak yang mulia.
Selama perjalanan, para santri diharapkan dapat menjadikan setiap ibadah, tilawah, doa, dan pengalaman di Tanah Suci sebagai proses pembelajaran yang membentuk pribadi yang lebih bertakwa, berilmu, mandiri, dan bertanggung jawab.
Keluarga besar Al-Ihsan Boarding School Riau memohon doa dan dukungan dari para orang tua, keluarga, alumni, serta seluruh sahabat Al-Ihsan agar perjalanan 15 santri peserta Program Umrah dan Dauroh Al-Qur’an 30 Hari Makkah–Madinah diberikan kelancaran dan keselamatan.
Semoga seluruh rangkaian ibadah mereka diterima oleh Allah ﷻ, memperoleh umrah yang mabrur, serta mendapatkan keberkahan selama berada di Makkah dan Madinah.
Lebih dari itu, semoga para santri dapat kembali ke tanah air dengan membawa pengalaman dan nilai-nilai kebaikan yang kemudian menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas diri, memberikan manfaat bagi keluarga, menginspirasi lingkungan, serta berkontribusi bagi umat.
Semoga Allah ﷻ menjaga langkah 15 santri Al-Ihsan Boarding School Riau, memudahkan setiap rangkaian ibadah dan dauroh Al-Qur’an, serta menjadikan perjalanan ini sebagai pengalaman yang penuh keberkahan dan menjadi bagian dari lahirnya generasi Qur’ani yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Komentar